Skip to main content

follow us


Mungkin anda merasa bahwa anda telah menulis surat lamaran kerja sesuai dengan tips-tips yang ada di internet/media. Anda juga merasa telah memenuhi persyaratan yang diberikan. Tetapi mengapa anda belum juga mendapatkan pekerjaan sampai kini? Mengapa anda masih menganggur juga dan teman-teman anda telah mendapatkan pekerjaan impian mereka? Apa yang salah sampai anda harus melakukan proses melamar lagi dan lagi? banyak surat lamaran pekerjaan yang telah dikirim, tetapi belum ada hasil yang cukup berarti. Bagaimana jika anda memeriksa lagi surat lamaran pekerjaan yang telah anda buat? Selama ini mungkin ada hal-hal yang anda lewatkan secara tidak sengaja. Sekalipun kalimat pembukanya sudah sangat meyakinkan dan promosi diri telah anda lakukan. Jangan sesekali melakukan kesalahan yang terlihat sepele tetapi membuat anda gagal mendapatkan pekerjaan impian anda.

Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh para pelamar kerja

1. Banyak hal yang terlewatkan dalam surat lamaran kerja
Ketika menuliskan surat lamaran pekerjaan, anda tentunya cenderung mengikuti contoh-contoh yang telah ada. Misalnya surat lamaran pekerjaan milik orang terdekat atau contoh-contoh surat lamaran pekerjaan yang ada di internet. Tidak ada yang salah memang tetapi kebanyakan contoh yang ada malah hanya fokus pada tata cara penulisan surat lamaran pekerjaan yang benar mulai dari kalimat pembuka, letak tanggal, nama kota sampai isi keseluruhan surat. Banyak hal-hal kecil yang terlewat dalam penulisan surat padahal itu penting.

2. Ragu-ragu dalam menunjukkan kemampuan diri
Karena takut dianggap pamer atau sombong, biasanya seseorang merasa takur menunjukkan kemampuan dirinya. Pelamar mencari aman dengan cara menuliskan kalimat yang sangat familiar seperti “Saya rasa, saya adalah orang yang cocok untuk pekerjaan ini.”
Dengan dituliskannya kalimat seperti di atas, anda merasa tidak begitu yakin dengan kemampuan diri sendiri. Supaya tidak memberikan kesan yang salah, cobalah ganti kalimat tersebut dengan kalimat lain yang lebih meyakinkan seperti “Saya percaya bahwa kemampuan komunikasi saya bisa menjadikan saya seorang public relation yang handal.”

3. Deskripsi kemampuan diri yang kurang jelas
Kata-kata seperti “bagus” atau “baik” adalah kata sifat yang sering digunakan dalam menuliskan surat lamaran pekerjaan. Misalnya anda ingin menggambarkan bahwa diri anda merupakan seorang manager yang baik. kalimat ini masih sangat general dan tidak jelas. Apanya yang baik dan apa indikatornya?
Anda bisa mengganti kata-kata yang terlalu umum tersebut dengan kata lain seperti berpengalaman, berbakat, sukses, mampu dan ahli. Bahkan untuk menunjukkan bukti yang nyata seperti contoh karya bisa mendukung klaim keahlian anda. Tetapi jika anda memiliki pengalaman baru 2 tahun, hati-hati dalam memilih kalimat dalam surat lamaran pekerjaan anda. Jangan terlalu percaya diri dengan menyebutnya berpengalaman atau ahli.

4. Terdengar seperti meminta atau mengemis
Ada banyak alasan seseorang ingin mendapatkan pekerjaan misalnya alasan gaji dan kewajiban menafkahi keluarga. Selain mendapatkan gaji, anda bisa menggugurkan sebutan “pengangguran” tersemat pada anda. Tetapi anda tidak perlu membeberkan kisah tersebut karena HRD hanya perlu mencari orang yang tepat untuk mengisi posisi HRD. Mereka tidak akan memberikan pekerjaan hanya berdasarkan kisah anda. Daripada anda putus asa, lebih baik gunakan saja cara yang cerdas untuk menjelaskan alasan anda melamar pekerjaan ini. Misalnya dengan menyebut pengalaman yang berkaitan dengan posisi yang dilamar.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar